Buka Konfercab Gmni Bupati Malra Ingatkan Jas Merah Berdirinya Bangsa Diatas Nasionalisme

Buka Konfercab Gmni, Bupati Malra Ingatkan Jas Merah Berdirinya Bangsa Diatas Nasionalisme
Langgur, Tribun-Maluku.com : Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun mengingatkan jangan sekali-sekali melupakan sejarah (Jas Merah) berdirinya Bangsa ini (Indonesia) di atas Nasionalisme yang kuat.

Hal ini disampaikan Bupati Hanubun saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Konferensi Cabang VI (Empat) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Maluku Tenggara di resort Syafira Langgur, Sabtu (20/9/2020).

Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun mengatakan Indonesia, bukan milik kelompok, agama, Etnis, Adat dan Tradisi apa pun, tapi milik semua dari Sabang sampai Merauke.

Untuk itu, Hanubun menjelaskan dalam hal ini, Presiden Soekarno mau mengatakan kepada bahwa Nasionalisme adaIah sebuah kekuatan dahsyat yang akan membawa Bangsa ini lebih bermartabat.

“Jas Merah itu adalah GMNI, Jas Merah itu adalah kita semua, Maka buktikanlah bahwa Jas Merah tidak akan melupakan Sejarah Berdirinya Bangsa ini diatas Nasionalisme yang kuat,” pintanya

Tambahnya, Jas Merah Itu adalah Marhaen dan Marhaenisme zaman now, harus mendapat sentuhan pengetahuan Teknologi Informasi, sehingga ajaran marhaenisme tidak akan lekang oleh zaman dan mampu bertahan di era Revolusi Industri four.0. Marhaenisme harus mampu bersaing dengan ideologi sekularisme yang lain.

Maluku Tenggara hari ini, diperhadapkan pada tantangan Politik Identitas, Hal ini menurutnya memang penting, tetapi lebih penting lagi adalah Politik yang santun, Bermartabat, saling menghargai, saling menopang untuk kemaslahatan Banyak Orang.

Untuk itu lebih lanjut Hanubun menjelaskan semuanya adalah satu. Satu Bahasa dan satu Suku, sekalipun berbeda Agama.

“Anda Ke Gereja, Saya Ke Masjid, tapi kita semua berpijak di tanah yang sama, yakni Tanah Evav. Kita Satu Evav, Evav untuk kita semua,” ucapnya.

“Sama seperti yang dikatakan Presiden Soekarno jikalau aku misalnya diberikan dua hidup oIeh Tuhan, dua hidup inipun akan aku persembahkan kepada Tanah Air dan Bangsa,” tambahnya lagi.

Menurut Hanubun, Hal itu pun sama seperti yang diIakukan, Iebih dari 20 Tahun terus berjuang bukan untuk mendapatkan kekuasaan semata melainkan lebih dari itu.

Hal ini, kata Hanubun, untuk membuktikan kepada semua orang bahwa seluruh hidupnya, dipersembahkan untuk Larvul Ngabal yang dicintai untuk menciptakan Keadilan dan pemerataan kepada seluruh Masyarakat.

“Kei Besar harus merasakan hal yang sama dirasakan oleh Kei Kecil, itu tujuan hidup saya, sehingga apapun akan saya pertaruhkan untuk Evav yang saya cintai ini,” kata Bupati Hanubun.

Hanubun berharap, GMNI dapat lebih memperhatikan pembentukan karakter kader sehingga benar-benar mampu melihat, menganalisa serta menyikapi tantangan Bangsa dan Daerah tercinta dalam menghadapi isu pluralisme.